Ajaran Tauhid Ahlussunnah Wal Jamaah

Ajaran Tauhid Ahlussunah Wal Jamaah Asya’irah sangat ringkas, jelas dan sistematis.

Jelas membahas sifat yang dengannya kita sudah mengenal Allah Tuhan kita.

Ringkas pembahasannya hanya terbatas pada 20 sifat karena dengannya kita sudah bisa mengenal Allah Tuhan kita.

Sistematis dengan memperkenalkan dulu sifat tertentu sebelum membahas sifat selanjutnya, karena jika sifat sebelumnya belum diakui maka sifat selanjutnya tidak bisa dikaji. Sehingga sebelum membahas sifat Qidam, Baqa dan seterusnya, sebelum membahas sifat Qudrah, Iradah dan seterusnya maka dibahas dulu tentang Tuhan itu ada atau tidak ada.

Jika sudah diakui Tuhan itu ada maka baru dilanjutkan apakah adanya Tuhan diawali oleh tiada? Disudahi oleh tiada? Apakah keberadaannya sama dengan makhluk? Dan seterusnya.

Namun jika keberadaan Allah belum diakui, maka bagaimana mungkin dikaji tentang apakah Allah itu Maha Esa, Maha Kuasa, Maha Tahu dan selanjutnya dengan orang yang belum mengakui keberadaan Allah. 

Mana mungkin mengatakan Maha Esa dan Kuasa pada sesuat yang tidak ada.

Subhanallah.

Betapa hebatnya ilmu orang-orang dahulu.
Inilah sifat 20.

1. Wujud artinya Ada Dzat.

2. Qidam artinya Tiada Awal.

3. Baqa artinya Tiada Akhir.

4. Mukhalafatuhu Lil Hawadits artinya Tiada Sama Dengan Makhluk.

5. Qiyamuhu Binafsih artinya Tiada Membutuhkan Dzat Karena Tuhan Bukan Sifat dan Tidak Membutuhkan Kepada Yang Menjadikan Karena Tuhan Bersifat Qidam.

6. Wahdaniyyah artinya Tiada Dua Dzatnya, Tiada Dua Sifatnya dan Tiada Dua Perbuatannya.

7. Qudrah artinya Maha Kuasa.

8. Iradah artinya Maha Berkehendak atau Menentukan.

9. Ilmu artinya Maha Mengetahui.

10. Hayyah artinya Maha Hidup.

11. Sama’ artinya Maha Mendengar.

12. Bashar artinya Maha Melihat.

13. Kalam artinya Maha Berfirman.
14. Qadiran artinya Yang Maha Kuasa.

15. Muridan artinya Yang Maha Berkehendak atau Menentukan.

16. ‘Aliman artinya Yang Maha Mengetahui.

17. Hayyan artinya Yang Maha Hidup.

18. Sami’an artinya Yang Maha Mendengar.

19. Bashiran artinya Yang Maha Melihat.

20. Mutakalliman artinya Yang Maha Berfirman.
Sangat Berbeda Dengan Paham Mujassimah Yang Membahas Sifat Allah tiada terbatas karena semua dimasukkan. Hingga sifat Nuzul yakni turun, Julus yakni duduk, Dhahkin yakni tertawa, Makrin yakni Menipu dan lainnya semua dianggap sifat. Sehingga tidak jelas berapa dan tidak berbatas, tetapi bebas sehingga melenceng dari garis yang sebenarnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s