Keutamaan Mencari Ilmu

Keutamaan Mencari Ilmu 

Rasulullah SAW bersabda; 

  أنا مدينة العلم والعلي بابها

       “Aku adalah kotanya ilmu dan ‘Ali adalah pintunya “.

Setelah Rasulullah wafat, sekelompok khawarij hendak menguji ketinggian ilmu sayyidina ‘Ali dengan mengutus 10 orang silih berganti untuk bertanya kepada Sayyidina ‘Ali dengan pertanyaan yang sama. 

Bila Beliau menjawab dengan jawaban yang sama pula maka Beliau bukanlah seorang yang  ‘Alim.. 

Lalu datang orang yg pertama dengan bertanya ” wahai Ali,, manakah lebih utama ilmu atau harta…?? “ilmu”..  jawab Ali. 

Mengapa..? ” karena ilmu warisan para Nabi, sedangkan harta itu warisan qarun, fir’aun, dll. Orang tersebut membenarkan dan berlalu pulang. 

Orang kedua datang dan bertanya dengan pertanyaan yang sama,, maka Ali pun menjawab “ilmu lebih utama dari harta”.

Mengapa..?? Ali menjawab; ” ilmu akan menjagamu,, sedangkan harta itu engkau yang menjaganya. ”

Datanglah orang ketiga dengan pertanyaan yang sama,, beliau pun menjawab “ilmu lebih utama” dengan Alasan ” pemilik ilmu banyak sahabatnya,, sedang pemilik harta banyak musuhnya”.

Orang keempat datang dengan pertanyaan yang sama juga. Ali menjawab sebagaimana sebelumnya tetapi alasan yang berbeda ” ilmu akan bertambah jika engkau gunakan,, harta akan berkurang jika engkau gunakan “.

Sedangkan orang kelima Sayyidina Ali menjawab dengan alasan “pemilik ilmu akan selalu di hormati & dimuliakan. Sedangkan pemilik harta ada saja yang memanggilnya si pelit,, karena tiada memperoleh ia manfaat dari hartanya”.

Pada utusan keenam beliau memaparkan alasan “pemilik harta harus selalu hati2 serta gelisah dalam menjaga hartanya.. Sedangkan pemilik ilmu tiada kegundahan demikian”

Lalu datang orang ketujuh dengan pertanyaannya.. Beliau pun menjawab dengan alasan berbeda ” pada hari kiamat pemilik harta mempertanggung jawabkan hartanya, sedangkan pemilik ilmu memperoleh syafaat dari ilmunya .”

Orang kedelapan pun datang,, maka Sayyidina Ali menjawab dengan alasan “harta yang dibiarkan begitu lama akan rusak & binasa. Sedang ilmu tiada pernah rusak karena waktu yang lama”.

Pada orang yang kesembilan Ali memberikan alasan “harta akan membuat hati menjadi keras dan akhirnya bersifat bakhil.. Sedangkan ilmu menjadi penerang & penyejuk hati”.

Dan akhirnya utusan kesepuluh pun datang dengan pertanyaan yang sama. Maka Sayyidina Ali menjawab ilmu lebih utama dari harta karena ” pemilik ilmu akan di beri gelar Ilmuwan sedang pemilik harta di beri gelar Tuan besar”.

Ternyata Sayyidina Ali mengetahui maksud dari khawarij yang menguji beliau,, sehingga beliau berkat ; “seandainya engkau mengutus lebih dari itu maka aku akan menjawab dengan jawaban yang berbeda sepanjang hidupku. ”

Kemudian para utusan khawarij itu berkumpul dihadapan pengutusnya dan mengakui keilmuan Sayyidina ‘Ali.

#semoga manfaat… Mari mencari Ilmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s